Cerita dewa Ruci di tulis kira kira pada masa peralian agama atau mulai tersebarnya agama islam di tanah jawa.Cerita aslinya yang dianggap babonya dinisbahkan kepada Mpu Ciwamurti.Tetapi naskah naskah kemudian di hubungkan kepada Aji Saka,yang konon menjadi murid Maulana Ngusman Ngali seorang penyebar agama islam
Pada tangan Sunan Bonang serat dewa Ruci yang asli itu diterjemahkan dari bahasa kawi ke dalam bahasa jawa modern.Terjemahan ini tersimpan di perpustakaan pribadi R.Ng.Ronggowarsito.Orang hanya dapat memahami Dewa Ruci bila ia memiliki latar belakang ilmu tasawuf,dengan merujuk paling tidak pada karya karya Al Ghazali dan Ibnu Arabi
Menurut Purbotjaroko nilai sastra Dewa Ruci itutidak besar dan nilainya sebagai buku tasawuf juga tidak begitu penting,bagi kebanyakan orang jawa;terutama angkatan tua;ia dianggap sebagai sumber pokok ajaran kejawen,sebagai rujukan untuk ilmu kasampurnan.
Dalam cerita Dewa Ruci,sebenarnya tasawuf disampaikan dengan menggunakan bahasa orang jawa.
FILOSOFI DEWA RUCI
Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara(kawula)manusia dan Gusti (Pencipta).
Manunggaling kawulo Gusti ;pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total Keadaan spiritual ini,bisa dicapai oleh setiap orang yang percaya kepada Sang Pencipta yang mempunyai moral yang baik bersih dan jujur.Beberapa laku harus dipraktekan dengan kesadaran dan ketetapan hati yang mantap.
Pencari dan penghayat ilmu sejati diwajibkan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semua orang serta melalui kebersihan hati dan tindakannya.Cipta, rasa ;; karsa dan karya harus baik,benar,suci dan ditujukan untuk mamayu hayuning bawono.Kejawen merupakan asset dari orang jawa tradisional yang berusaha memahami dan mencari makna dan hakekat hidup yang mengandung nilai nilai spiritual yang tinggi.
Tindakan tersebut dibagi tiga bagian yaitu tindakan simbolis dalam religi, tindakan simbolis dalam tradisi, dan tindakan simbolis dalam seni. Tindakan sinbolis dalam religi adalah contoh kebiasaan orang jawa yang percaya bahwa Tuhan adalah zat yang tidak mampu dijangkau oleh pikiran manusia, karenanya harus di simbolkan agar dapat diketahui keberadaannya, misalnya dengan menyebut tuhan dengan Gusti Ingkang Murbheng Dumadi, Gusti Ingkang Maha Kuaos, dan sebagainya. Tindakan simbolis dalam tradisi dimisalkan dengan adanya tradisi upacara kematian yaitu mendoakan orang yang meninggal pada tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari,seratus hari satu tahun,dua tahun tiga tahundan seribu hari setelah seseorang meninggal (tahlilan)dan tindakan simbolis dalam seni ;dicontohkan dengan berbagai macam warna yang tertulis pada wajah wayang kulit;warna ini menggambarkan karakter dalam masing masing tokoh dalam wayang.
Perkembangan budaya jawa yang mulai tergila soleh perkembangan tehnonogi yang mempengaruhi pola pikir dan tindakan orang jawa dalam kehidupan. Maka orang mulai berpikir bagaimana bisa membuktikan hal yang gaib secara empiris tersebut dengan menggunakan berbagai macam metode tanpa mengindahkan unsur kesakralan.Bahkan terkadang kepercayaan itu kehilangan unsure kesakralannya karena dijadikan sebagai obyek eksploitasi dan penelitian.
Kebiasaan orang jawa yangpercaya bahwa segala sesuatu adalah simbul dari hakekat kehidupan,seperti syarat sebuah rumah harus mempunyai sebuah soko guru(tiang penyangga)yang melambangkan empat unsur alam yaitu;tanah,air;api dan udara yang keempatnya dipercaya akan memperkuat rumah baik secara fisik dan mental penghuni rumah tersebut.Namun dengan adanya tehnologi konstruksi yang semakin maju keberadaan soko guru itu tidak menjadi syarat pembangunan rumah.Dengan analisa tersebut dapat diperkirakan bagaimana nantinya faham simbolisme akan bergeser dari budaya jawa.Tapi simbolisme tidak akan terpengaruh oleh kehidupan manusia,tapi kehidupan manusialah yang tergantung pada simbolisme.Dan sampai kapanpun simbolisme akan terus berkembang mengikuti berputarnya cakra panggilingan.
Orang jawa menganggap cerita wayang merupakan cermin daripada kehidupannya.Dewa Ruci yang bmerupakan cerita asli wayang jawa memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan harmonis antara kawula dan Gusti,yang diperagakan oleh Bima dan Dewa Ruci dalam bentuk kakawin (tembang)oleh pujangga Surakarta Yosodipuro berjudul;Serat Dewa Ruci kidung yang diampaikan dalam bentuk macapat berbahasa halus dan sesuai dengan rumus rumus tembang dalam bahasa kawi, sansekerta dan jawa kuno.
Intisari cerita tersebut yaitu bahwa pihak kaum kurawa akan menjerumuskan pihak Pandawa,yang sebenarnya adalah saudara kedalam kesengsaraan melalui perantaraan guru Durna.Bima yang juga murid guru Durno diberikan ajaran;bahwa dalam mencapai kesempurnaan dalam kesucian badan,Bima diharuskan mengikuti perintah sang guru untuk mencari air suci penghidupan ke hutan Tebrosoro.Bimamengikuti perintah gurunya dan yakin tidak mungkin tertipu dan terbunuh oleh anjuran gurunya,dan tetap berniat pergi mengikuti perintah sang guru,walaupun ada niat sang guru Durno untuk mencelakakanya.
Kemudian Durno memberi petunjuk kepada Bima,bahwa jika ia telah menemukan air suci itu maka dirinya berarti akan mencapai kesmpurnaan,menonjol diantara sesame makhluk,dilindungi ayah ibu,mulia berada dalam tri loka akan hidup kekal adanya.Selanjutnya dikatakan bahwa letak air suci itu ada di hutan Tibrosoro dibawah Gondowedono Di gunung Condromuko,di dalam gua.Setelah sampai digua gunung Candromuko air yang dicariternyata tidak ada lalu gua di sekitarnya diobrak abrik.Raksasa Rukmuko dan Rukmokolo yang berada di gua tersebut marah dan mendatangi Bima. Namun walau telah dijelaskan niat kedatangannya,kedua raksasa itu karena merasa terganggu akibat ulah Bimo tetap sajamengamuk.Terjadi perkelahian .namun dua raksasa tersebut kalah dan mereka hancur lebur.Kemudian Bimo mengamuk dan mengobrak abrik lagi sampai lelahdalam hatinya ia bersedihdan berpikir bagaimana mendapatkan air suci tersebut.Kena kelelahan mereka berdiri dibawah pohon beringin.Bima member laporan tentang perjalanannya dan dijawab oleh Durno bahwa ia sebenarnya hanya diuji sebab tempat air yang dicari sebenarnya berada di tengah samodera.
Karena tekat yang kuat maka Bimapun nekat untuk pergi lagi…. Bima berangkat pergi tanpa rasa takut keluar masuk hutan naik turun gunung yang akhirnya tiba di tepi laut.Sang ombak bergulung gulung menggempur batu karang bagaikan menyambut dan tampak kasihan kepada yang baru datang,bahwa ia ditipu untuk masuk kedalam samudera,topanjuga datang riuh menggelegar seakan mengatakan bahwa Durnomemberi petunjuk sesat dan tidak benar,bagi Bima lebih baik mati dari pada pulang menentang sang maharesi,walaupun ia tidak mampu masuk kedalam air kedasar samudera.
Maka akhirnya ia berpasrah diri tidak merasa takut sakit dan mati memang sudah kehendak dewata yang agung,karena sudah menyatakan kesanggupan kepada sang guru Durno dalam mencari banyu suci perwito sari masuk ke dalam samudera.Dengan suka cita ia memandang laut dan keindahan isi laut kesedihan sudah terkikis menerawang tanpa batas lalu ia memusatkan perhatian tanpa memikirkan mara bahaya,dengan semangat yang menyala nyala,Bima lalu mencebur ke laut dan tak lupa digunakannya ilmu jalasengara agar air menyibak
Alkisah ada naga sebesar segara anakan pemangsa ikan di laut wajah liar dan ganas berbisa dan sangat mematikan,mulut bagai gua taring tajam bercahaya melilit Bima sampai hanya tertinggal lehernya,menyemburkan bisa,bagai air hujan.Bima bingung dan mengira cepat mati tapi saat lelahtak kuasa meronta ia teringatsegsra menikamkan kukunya ,kuku ponconoko menancap di badan nagadarah memancar deras naga besar itu mati seisi laut itu bergembira.
Kemudian Bimo yang masih di samudera bertemu dengan dewa berambut panjang seperti anak kecil bermain main di atas laut,bernama Dewa Ruci.lalu ia berbicara ;Bimaapa kerjamu apa tujuanmu tinggal di laut,semua serba tidak ada tak ada yang dapat dimakan,tidak ada makanan dan tidak ada pakaian .Hanya ada daun kering yang tertiup angin jatuh didepanku itu yang aku makan .Dikatakan pula;wahai Bima segera datang kesini banyak rintangannya jika tidak mati matian tentu tak akan dapat sampai di tempat ini. Segalanya serba sepi. Tidak terang dan pikiranmu memaksa dirimu tidak saying untuk mati,memang benar disini tidak mungkin ditemukan
Kedatanganmu kesini atas petunjuk Durno untuk mencari air penghidupan berupa air jernih karena gurumu yang memberi petunjuk itulah yang kau laksanakan maka orang yang bertapa sulit menikmatikehidupannya sahut Dewa Ruci.Kemudian dikatakan jangan pergi bila belum jelas maksudnya,jangan makan jika belum tahu rasa yang dimakan,janganlah berpakaian bila belum tahu nama pakaianmu kau bisa tahu dari bertanya dan dengan meniru juga,jadi dengan dilaksanakan demikian dalam hidup,ada orang bodoh dari gunung akan membeli emas,oleh tukang emas diberi kertas kuning dikira emas mulia,demikian pula orang berguru,bila belum paham akan tempat yang harus disembah.
Bima masuk tubuh Dewa Ruci menerima ajaran tentang kenyataan;.Bima;masuk- lah kedalam tubuhku kata Dewa Ruci.Sambil tertawa Bima bertanya;tuan ini bertubuh kecil,saya bertubuh besar dari mana jalanku masuk’kelingkingpun tidak mungkin masuk;Dewa Ruci tersenyum dan dan berkata lirih,besar mana dirimu dengan dunia ini semua isi dunia’hutan dengan gunung,samudera dengan semua isinya tak sarat masuk dalam tubuhku. Atas petunjuk Dewa Ruci Bima masuk kedalam tubuknya melalui telinga kiri .dan tampaklah laut luas tanpa tepi langit luas tak tahu mana utara dan selatan tidak tahu mana timurdan barat bawah dan atas depan dan belakang.Kemudian terang,tampaklah Dewa Ruci memancarkan sinar dan diketahuilah arah;lalu matahari;nyaman rasa hati.Ada empat macam benda yang tampak oleh Bima yaitu hitam merah kuning dan putih lalu berkatalah Dewa Ruci . Yang pertama kau lihat cahaya menyala tidak tahu namanya ;PANCA MAYA ITU SESUNGGUHNYA ADA DIDALAM HATIMU YANG MEMIMPIN DIRIMU Maksudnya hati disebut muka sifat ‘yang menuntun kepada sifat lebih,merupa-kan hakekat sifat itu sendiri.Lekas pulang jangan berjalan ,selidikilahrupa itu jangan ragu untuk hati tinggal,mata hati itulah menandai pada hakekatmu sedangkan yang berwarna merah hitam kuning dan putih itu adalah penghalang hati.
Yang hitam kerjanya marah terhadap segala hal,murka yang menghalangi dan menutupi tindakan yang baik Yang merah menunjukkan nafsu yang baik segala keinginan keluar dari situ panas hati menutupi hati yang sadar kepada kewaspadaan. Yang kuning hanya suka merusak.Sedangkan yang putih berarti nyata,hati yang tenang suci tanpa berpikiran ini dan ituperwira dalam kedamaian.sehingga merah hitam dan kuning adalah penghalang pikiran dan kehendak yang abadi persatuan suksma mulia
Lalu Bima melihat cahaya memancar berkilat berpelangi melengkung bentuk zat yang dicari apakah gerangan itu?Menurut Dewa Ruci itu bukan yang dicari(air suci)yang dilihat itu yang tampak berkilat cahayanya memancar bernyala nyala yang menguasai segala hal tanpa bentuk dan tanpa warna tidak berwujud dan tidak tampak tanpa tempat tinggal hanya terdapat pada orang orang yang awas hanya rerupa firasat di dunia ini dipegang tidak dapat adalah Pramana,yang menyatu dengandiritetapi tidak ikut merasakan gembira dan prihatin,bertepat tinggal di tubuh,tidak ikut makan dan minum tidak ikut merasakan sakit dan menderita,jika berpisah dari tempatnya,raga yang tinggal,badan tanpa daya. Itulah yang mampu merasakan penderitaanya,dihidupi oleh suksma,ialah yang berhak menikmati hidup,mengakui rahasia zat
Kehidupan pramana dihidupi oleh suksma yang menguasai segalanya,Pramana bila mati ikut lesu namun bila hilang kehidupan suksma ada.Sirna itulah yang ditemui,kehidupansuksmma yang sesungguhnya pramana anresandani jika ingin mempelajari dan sudah didapatkan jangan punya kegemaran bersungguh sungguh dan waspada dalam segala tingkah laku jangan bicara gaduh jangan bicara hal ini secara sembunyi sembunyi,tapi lekaslsh mengalah jika berselisih jangan memanjakan diri janan lekat dengan nafsu kehidupan tapi kuasalah.
Tentang keinginan untuk mati agar tidak mengantuk dan tidak lapar tidak mengalami hambatan dan kesulitan tidaksakit hanya enak dan bermanfaat peganglah dalam pemusatan pikiran disimpan dalam buana keberadaanya melekat pada diri menyatu padu dan sudah menjadi kawan akrab.Sedangkan suksma sejati ada pada diri manusia,tak dapat dipisahkan tak berbeda dengan kedatanganya waktu dahulu,menyatu dalam kesejahteraan dunia mendapat anugrah yang benar.Persatuan manusia/kawula dan pencipta/Gusti.Manusia bagaikan wayang ,dalang yang memainkan segala gerak gerik dan berkuasa antara perpaduan kehendak dunia merupakan panggungnya layaryang digunakan untuk panggungnya.
Penerima ajaran dan nasehat ini tidak boleh menyombgkan diri hayati dengan sungguh sungguh karena nasehat merupakan benih.Namun jika diketahui ajaran misalnya ;kacang kedelai disebar di bebatuan tanpa tanah tentu tidak akan dapat tumbuh,maka jika manusia bijaksana tinggalkan dan hilangkan agar menjadi jelas penglihatan suksma,rupa dan suara.Hyang Luhur menjadi badan suksma jernih,segala tingkah laku akan menjadi satu,sudah menjadi diri sendiri dimana setiap gerak tentu juga merupakan kehendak manusia,terkabul itu namanya,akan segala keinginan,semua sudah ada pada manusiasemua jagad ini karena diri manusiadalam segala janji janganlah ingkar.
Jika sudah paham akan segala tanggung jawab,rahasiakan dan tutupilah.Yang terbaik untuk disini dan untuk disana jugabagaikan mati didalam hidup bagaikan hidup didalam mati hidup abadi selamanya yang mati itu juga.Badan hanyasekedar melaksanakan secara lahir,yaitu yang menuju pada nafsu.Bima setelah mendengar perkataan Dewa Ruci hatinya terag benderang menerima dengan suka hati,dalam hati mengharap mendapatkan anugrah wahyu yang sesungguhnya.Dan kemudian dikatakan oleh DewaRuci;Bima;ketauilah olehmu yang kau kerjakan,tidak ada ilmu yang didatangkansemua sudah kau kuasai tak ada lagi yang dicari kesaktian kepandaian dan keperkasaan,karena kesungguhan hati ialah dalam cara melaksanakan.Bima tidah binggung dan semua sudah dipahami lalu kembali kealam kemanusiaan gembira hatinya hilanglah kekalut-an hatinya.
Bima lalu mengingat banyak yang didengarnya tentang tingkah para pertapa yang berpikiran salah,mengira sudah benar akhirnya tak berdaya dililit oleh penerapannya seperti mengharapkan kemuliaan namun akhirnya tersesat dan terjerumus.Bertapa tanpa ilmu tentu tidak akan berhasil;kematian seolah dipaksakan melalui kepertapaanya,mengira dapat mencapai kesempurnaan dengan cara bertapa tanpa petunjuk,tanpa pedoman berguru mengosongkan pikiran belum tentu akan mendapatkan petunjuk ynag nyata.Tingkah seenaknya bertapa dengan merusak tubuh dalam mencapai kemoksan bahkan gagalah tapanyaitu.
Guru yang benar mengangkat murid/cantrik jika memberi ajaran tak jauh dari tempat duduknya,cantrik sebagai sahabatnya,lepas dari pemikiran batinnya; mengajarkan wahyu yang diperoleh inilah keutamaan bagi keduannya Tingkah manusia hidup usahadan dapat seperti wayang yang dimainkan diatas panggung dibalik layar ia digerak gerakkan banyak hiasan yang dipasang berlampu panggung matahari dan rembulan dengan layarnya alam yang sepi,yangmelihat adalah pikiran,bumi sebagai tempat berpijak wayang tegak ditopang orang yang menysksikan gerak dan diamnya dimainkan oleh dalang disuarakan bila harus berkata kata bahwaitu dari dalang yang berada dibalik layar,bagaikan api dalam kayu berderit oleh tiupan angin,kayu hangus mengeluarkan asap sebentar kemudian menggeluarkan api yang berasal dari kayu ketahuilah asal mulanya;semuanya yang tergetar oleh perlindungan jati manusia yang kemudian sebagai rahasia.
Bima tak berpaling hatinya tidak asing bagi dirinya sewujud dan sejiwa dalam kenyataan ditutupi dan dirahasiakan dilaksanakan untuk memenuhi kesatriaannya.Permulaan jagat raya kelahiran batin ini memang tidak kelihatan yang bagaikan sudah menyatu seumpama suatu bentukan itulah perjalananya
MAKNA AJARAN DEWA RUCI
Pencarian air suci perwitasari Prawita dari kata asal pawita yang artinya bersih,suci Sari artinya inti Jadi;prawitasari pengertiannya ;adalah inti atau sari daripada ilmu suci
Hutan Tikbrasara dan gunung Reksamuka
Tikbra artinya rasa prihatin SARA berati tajamnya pisau ini melambangkan pelajaran untuk mencapai tajamnya cipta Reksa berarti memelihara atau mengurusi MUKA adalah wajah jadi yang dimaksud dengan REKSA MUKA adalah mencapai sari ilmu sejatimelalui semedi
Sebelum melakukan semedi/sembahyang orang harus membersihkan atau mensucikan badan dan jiwanya dengan air
Pada waktu samadi dia harus memusatkan ciptanya dengan focus pandangan kepada pucuk hidung.Terminologi mistis yang dipakai adalah mendaki gunung Tursina.Tur berarti gunung SINA berarti tempat artinya tempat yang tinggi
Pandangan atau paningal sangat penting pada saat samadi.Seseorang yang mendapatkan restu dzat yang suci dia bisa melihat kenyataan antara lain melalui cahaya atau sinar yang datang kepadanya waktu samadiDalam cerita wayang digambarkan bahwasannya Resi Manumayasa dan Begawan Sekutrem bisa pergi ketempat suci melalui cahaya suci
RAKSASA RUKMUKA DAN RUKMAKALA
Di hutan, BIMA di serang oleh dua raksasa yaitu Rukmuka dan Rukmakala. Dalam pertempuran yang hebat Bima berhasil membunuh keduanya, ini berarti Bima berhasil menyingkirkan halangan untuk mencapai supaya samadinya berhasil.
Rukmuka : RUK berarti rusak, ini melambangkan hambatan yang berasal dari kemewahan makanan yang enak ( KEMUKTEN )
Rukmakala : Rukma berarti emas, Kala adalah bahaya menggambarkan halangan yang datang dari kemewahan kekayaan material antara lain : pakaian, perhiasan sebagai emas permata dan lain-lain ( KAMULYAN)
Bima tidak akan mungkin melaksanakan samadinya dengan sempurna yang ditujukan kepada kesucian apabila pikiranya masih dipenuhi oleh Kemukten Kamulyan yang akan menutupi ciptanya yang jernih, terbunuhnya dua raksasa tersebut dengan gamblang menjelaskan bahwa Bima bisa menghapus halangan-halangan tersebut.
SAMUDRA DAN ULAR
Bima akhirnya tahu bahwa air suci itu tidak ada di hutan, tetapi sebenarnya berada di dasar samudra. Tanpa ragu-ragu sedikitpun dia menuju kesamudra. Ingatlah kepada perkataan Samudra Pangaksama yang berarti orang yang baik semestinya memiliki hati seperti luasnya samudra, yang dengan mudah akan memaafkan kesalahan orang lain.
Ular adalah symbol dari kejahatan. Bima membunuh ular tersebut dalam satu pertarungan yang seru. Disini menggambarkan bahwa dalam pencarian untuk mendapatkan kenyataan sejati tidak cukup bagi Bima hanya mengesampingkan kamukten dan kamulyan, dia harus juga menghilangkan kejahatan didalam hatinya.Untuk itu dia harus mempunyai sifat sifat sebagai berikut;
1.Rila;dia tidak susah apabila kekayaannya berkurang dan tidak iri kepada orang lain 2.Legawa;harus selalu bersikapbaik dan benar 3.Nrima;bersyukur menerima jalan hidup dengan benar 4.Anoraga;rendah hati dan apabila ada orang yang berbuat jahat kepadanya dia tidak akan membalas tetap sabar. 5. Eling;tahu mana yang benardan salah dan selalu akan berpihak kepada kebaikan dan kebenaran 6.Santosa;selalu berada di jalan yang benar tidak pernah berhenti untuk berbuat yang benar. 7.Gembira ;bukan berarti senang karena bisa melaksanakankehendak atau nafsunya ,tetapi merasa tentram melupakan kekecewaandari pada kesalahan kesalahan dari kerugian yang terjadi pada masa lalu. 8.Rahayu;kehendak untuk selslu berbuat baik demi kepentingan semua pihak . 9Wilujengan;menjaga kesehatan,jika sakit diobati 10.Marsudi kawruh;selalu mencari dan mempelajari ilmu yang benar 11. Samadi 12,Ngurang ngurangi;dengan kata lain makan pada waktu sudah lapar makan tidak perlu banyak dan tidak harus memilih makanan yang enak enak,minum secukupnya pada waktu sudah haus dan tidak harus memilih yang lezat .Tidur pada waktu sudah mengantuk dan tidak perluharus tidur di kasur yang tebal dan nyaman tidak boleh sterlalu sering bercinta dan itupun hanya boleh dilakukandengan pasangannya yang sah
Pertemuan dengan Dewa Suksma Suci Sesudah Bima membunuh ular dengan kuku pancanaka Bima bertemu dengan Dewa kecilyaitu Dewa Ruci yang rupanya persis seperti dia Bima memasuki raga Dewa Ruci melalui telinganya yang sebelah kiri .Didalam Bima bisa melihat secara jelas seluruh jagad dan juga melihat dea kecil tersebut
Pelajaran sepiritualdari pertemuan ini adalah
Bima bermeditasi dengan benar menutup kedua matanya,mengatur pernapasannya memusatkan perhatiannya dengan cipta hening dan rasahening
Kedatangandari Dewa Ruciadalah pertanda suci,diterimannya samadi Bima yaitu bersatunya kawula danGusti
Didalam paningal Bima bisa melihat segalanya terbuka untuknya jelas dan tidak ada rahasia lagi.Bima telah menerima pelajaran terpenting dalam hidupnya yaitu;bahwa didalam dirinya yang terdalamdia adalah satu dengan yang suci,tak terpisahkan,dia telah mencapai kasunyatan sejati.Pengalaman ini dalam istilah sepiritual disebut;mati dalam hidupdan juga disebut;hidup dalam mati. Bima tidak pernah merasakankebahagiaan seperi ini sebelumnya .Mula mula dia tidak mau pergi tetapi kemudian dia sadar bahwa dia harus tetap melaksanakan kewajiban dan pekerjaannya
Arti simbolis pakaian dan perhiasan Bima ; Bima mengenakan pakaian dan perhiasan yang dipakaioleh orangyang telah mencapai kasunyatan kenyataan sejati Gelang candrakirana ;dikenakan pada lengan kanan dan kirinya ;Candra artinya bulan;kirana artinya sinar. Bima yang sudah tinarbuka sudah menguasai sinar suci yang terang yang terdapat didalam paningal.
Batik poleng kain batik yang mempunyai empat warnayaitu;merah hitam kuning dan putih;yang merupakan simbul nafsu amarah alumahsupiah dan mutmainah. Disini menggambarkan;bahwa Bima sudah dapat menguasai nafsunya
Tusuk konde besar dari kayu asem Kata asem;menunjukkan sengsem artinya yang tertarik,Bima hanya tertarik kepada laku untuk kesempurnaan hidup,dia tidak tertarik pada kekayaan duniawi
Tanda emas diantara mata ;Bima melaksanakan samadinya secara teratur dan mantap
Kuku pancanaka; Bima mengepalkan tinjunya dari kedua tangannya ;melambangkan; 1,Dia telah memegang dengan kuat ilmu sejati 2.Persatuan orang orang yang bermoral baik adalahlebih kuat dari persatuan orang orang yang tidak bertanggung jawab meskipun jumlah orang yang bermoral itu kalah banyak.
Kuku pancanaka menunjukkan magis dan wibawa seseorangyang telah mencapai ilmu sejati.
By SUPARMANTO HADI/30/1/2011/